1000s tentang
Perdagangan Internasional……
Perdagangan Internasional adalah
perdagangan yang dilakukan suatu Negara dengan Negara lain atas dasar saling
percaya dan saling menguntungkan. Perdagangan internasional tidak hanya
dilakukan oleh Negara maju saja, namun juga Negara berkembang. Perdagangan
internasional ini dilakukan melalui kegiatan ekspor impor. Penduduk yang
dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara
individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan
pemerintah negara lain.
Dibanyak Negara, perdagangan
internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun
perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun. Dampaknya terhadap
kepentingan ekonomi, social, dan politik baru dirasakan beberapa abad
belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong industrialisasi,
kemajuan transportasi, globalisasi dan kehadiran perusahaan multinasional.
Menurut Amir M.S, bila dibandingkan
dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan internasional
sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena
adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya
dengan adanya bea, tariff, atau quota barang impor.
Manfaat Perdagangan Internasional
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan Internasional adalah sebagai berikut :
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan Internasional adalah sebagai berikut :
Menjalin persahabatan antar negara
Memperoleh barang yang tidak dapat
diproduksi di negeri sendiri
Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
Memperluas pasar dan menambah keuntungan
Transfer teknologi modern
Faktor Pendorong
Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, diantaranya sebagai berikut :
a. faktor alam/potensi alam.
b. untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
c. keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
d. adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah
sumberdaya ekonomi.
e. adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
f. adanya perbedaan keadaan seperti sumberdaya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah
penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
g. adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
h. keinginan membuka kerjasama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
i. terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, diantaranya sebagai berikut :
a. faktor alam/potensi alam.
b. untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
c. keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
d. adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah
sumberdaya ekonomi.
e. adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
f. adanya perbedaan keadaan seperti sumberdaya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah
penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
g. adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
h. keinginan membuka kerjasama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
i. terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
Kebijakan-Kebijakan Perdagangan
Internasional
Tindakan-tindakan ini meliputi :
Tindakan-tindakan ini meliputi :
1. Tarif
Tarif adalah sejenis pajak yang
dikenakan atas barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik (Specific Tariffs)
dikenakan sebagai beban tetap atas unit barang yang diimpor. Misalnya $6 untuk
setiap barel minyak). Tarifold Valorem (od Valorem Tariffs) adalah pajak yang
dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari nilai barang-barang yang diimpor
(Misalnya, tariff 25 persen atas mobil yang diimpor). Dalam kedua kasus dampak
tarif akan meningkatkan biaya pengiriman barang ke suatu negara.
2. Subsidi Ekspor
Subsidi ekspor adalah pembayaran
sejumlah tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual barang ke
luar negeri, seperti tariff, subsidi ekspor dapat berbentuk spesifik (nilai
tertentu per unit barang) atau Od Valorem (presentase dari nilai yang
diekspor). Jika pemerintah memberikan subsidi ekspor, pengirim akan mengekspor,
pengirim akan mengekspor barang sampai batas dimana selisih harga domestic dan
harga luar negeri sama dengan nilai subsidi. Dampak dari subsidi ekspor adalah
meningkatkan harga dinegara pengekspor sedangkan di negara pengimpor harganya
turun.
3. Pembatasan Impor
Pembatasan impor (Import Quota)
merupakan pembatasan langsung atas jumlah barang yang boleh diimpor. Pembatasan
ini biasanya diberlakukan dengan memberikan lisensi kepada beberapa kelompok
individu atau perusahaan. Misalnya, Amerika Serikat membatasi impor keju. Hanya
perusahaan-perusahaan dagang tertentu yang diizinkan mengimpor keju, masing-masing
yang diberikan jatah untuk mengimpor sejumlah tertentu setiap tahun, tak boleh
melebihi jumlah maksimal yang telah ditetapkan. Besarnya kuota untuk setiap
perusahaan didasarkan pada jumlah keju yang diimpor tahun-tahun sebelumnya.
4. Pengekangan Ekspor Sukarela
Bentuk lain dari pembatasan impor adalah
pengekangan sukarela (Voluntary Export Restraint), yang juga dikenal dengan
kesepakatan pengendalian sukarela (Voluntary Restraint Agreement=ERA). VER
adalah suatu pembatasan (Kuota0 atas perdagangan yang dikenakan oleh pihak
negara pengekspor dan bukan pengimpor. VER mempunyai keuntungan-keuntungan
politis dan legal yang membuatnya menjadi perangkat kebijakan perdagangan yang
lebih disukai dalam beberapa tahun belakangan. Namun dari sudut pandang ekonomi,
pengendalian ekspor sukarela persis sama dengan kuota impor dimana lisensi
diberikan kepada pemerintah asing dan karena itu sangat mahal bagi negara
pengimpor. VER selalu lebih mahal bagi negara pengimpor dibandingan dengan
tariff yang membatasi impor dengan jumlah yang sama. Bedanya apa yang menjadi
pendapatan pemerintah dalam tariff menjadi (rent) yang diperoleh pihak asing
dalam VER, sehingga VER nyata-nyata mengakibatkan kerugian.
5. Persyaratan Kandungan Lokal
Persyaratan kandungan lokal (local
content requirement) merupakan pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian-bagian
tertentu dari unit-unit fisik, seperti kuota impor minyak AS ditahun 1960-an.
Dalam kasus lain, persyaratan ditetapkan dalam nilai, yang mensyaratkan pangsa
minimum tertentu dalam harga barang berawal dari nilali tambah domestic.
Ketentuan kandungan local telah digunakan secara luas oleh negara berkembang
yang beriktiar mengalihkan basis manufakturanya dari perakitan kepada
pengolahan bahan-bahan antara (intermediate goods). Di amerika serikat
rancangan undang-undang kandungan local untuk kendaraan bermotor diajukan tahun
1982 tetapi hingga kini berlum diberlakukan.
6. Subsidi Kredit Ekspor
Subsidi kredit ekspor ini semacam
subsidi ekspor, hanya saja wujudnya dalam pinjaman yang di subsidi kepada
pembeli. Amerika Serikat seperti juga kebanyakan negara, memilki suatu lembaga
pemerintah, export-import bank (bank Ekspor-impor) yang diarahkan untuk paling
tidak memberikan pinjaman-pinjaman yang disubsidi untuk membantu ekspor.
7. Pengendalian Pemerintah (National
Procurement)
Pembelian-pembelian oleh pemerintah atau
perusahaan-perusahaan yang diatur secara ketat dapat diarahkan pada
barang-barang yang diproduksi di dalam negeri meskipun barang-barang tersebut
lebih mahal daripada yang diimpor. Contoh yang klasik adalah industri
telekomunikasi Eropa. Negara-negara mensyaratkan eropa pada dasarnya bebas
berdagang satu sama lain. Namun pembeli-pembeli utama dari peralatan
telekomunikasi adalah perusahaan-perusahaan telepon dan di Eropa perusahaan-perusahaan
ini hingga kini dimiliki pemerintah, pemasok domestic meskipun jika para
pemasok tersebut mengenakan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan
pemasok-pemasok lain. Akibatnya adalah hanya sedikit perdagangan peralatan
komunikasi di Eropa.
8. Hambatan-Hambatan Birokrasi (Red Tape
Barriers)
Terkadang pemerintah ingin membatasi
impor tanpa melakukannya secara formal. Untungnya atau sayangnya, begitu mudah
untuk membelitkan standar kesehatan, keamanan, dan prosedur pabean sedemikian
rupa sehingga merupakan perintang dalam perdagangan. Contoh klasiknya adalah
Surat Keputusan Pemerintah Perancis 1982 yang mengharuskan seluruh alat perekam
kaset video melalui jawatan pabean yang kecil di Poltiers yang secara efektif
membatasi realiasi sampai jumlah yang relatif amat sedikit.
Dampak Globalisasi Terhadap Perdagangan
Internasional
Dampak Positif :
Produksi global dapat ditingkatkan.
Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara.
Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.
Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.
Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara.
Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.
Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.
Dampak Negatif :
Karena perkembangan sistem perdagangan
luar negeri yang menjadi lebih bebas, sehingga dapat menghambat pertumbuhan
sektor industri.
Dapat memperburuk neraca pembayaran.
Sektor keuangan semakin tidak stabil.
Memperburuk proses pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dapat memperburuk neraca pembayaran.
Sektor keuangan semakin tidak stabil.
Memperburuk proses pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dampak Perdagangan Internasional
Terhadap Perekonomian Indonesia
Perdagangan internasional membawa
pengaruh yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia. Pengaruh tersebut ada
yang bersifat positif, ada pula yang negatif. Berikut ini beberapa dampak yang
ditimbulkan dari pedagangan internasional.
1. Dampak Positif Perdagangan
Internasional :
Berikut ini beberapa dampak positif perdagangan internasional
Berikut ini beberapa dampak positif perdagangan internasional
Saling membantu memenuhi kebutuhan
antarnegara
Meningkatkan produktivitas usaha
Mengurangi pengangguran
Menambah pendapatan devisa bagi Negara
Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan
tekonologi
2. Dampak Negatif Perdagangan
Internasional
Selain dampak positif, perdagangan
internasional juga memberikan dampak negatif bagi perekonomian Indonesia.
Berikut ini beberapa dampak negatif dari perdagangan internasional, yaitu:
a. Adanya ketergantungan dengan
negara-negara pengimpor
b. Masyarakat menjadi konsumtif
c. Mematikan usaha-usaha kecil
d. Kualitas sumber Daya yang rendah
e. Pembayaran Antar Negara Sulit dan
Risikonya Besar.
2.
DEVISA
1. Pengertian Devisa
Devisa
adalah valas yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran luar negeri dan dapat
diterima di dunia internasional yang biasanya berada dalam pengawasan otoritas
moneter, yaitu Bank Sentral. Dalam kegiatan perdagangan internasional, misalnya kegiatan ekspor dan impor,
diperlukan alat pembayaran yang diakui oleh dunia yang alat pembayaran tersebut
menggunakan mata uang kuat (hard currencies).
Dunia
mengakui ada delapan mata uang sebagai hard currencies, yaitu Amerika Serikat
dengan mata uangnya US Dolar, Jepang-Yen, Inggris-Poundsterling, Prancis-Franc,
Switzerland-Franc, Germany-DM (Deutsche Mark), Canada-Dollar, dan
European-Euro. Devisa memiliki fungsi yang pada umumnya sama seperti fungsi
uang, hanya saja digunakan dalam lingkup transaksi internasional atau
antarnegara sebagai pembayaran antarnegara, pertukaran barang dan jasa,
mengukur kekayaan, menimbun kekayaan, dan cadangan moneter.
Baik
pemerintah maupun swasta dalam melakukan perdagangan internasional harus
memiliki cadangan devisa guna menjaga stabilitas moneter dan ekonomi makro
suatu negara. Cadangan devisa sendiri merupakan indikator moneter yang
menunjukkan kuat lemahnya ekonomi suatu negara. Cadangan devisa didefinisikan
sebagai sejumlah valas yang dicadangkan Bank Sentral (Bank Indonesia) untuk
keperluan pembiayaan dan kewajiban luar negeri, seperti pembiayaan impor dan
pembayaran lainnya kepada pihak asing. Jenis devisa dapat dikelompokkan menjadi
dua, yaitu devisa umum dan devisa kredit.
a.
Devisa umum, adalah devisa yang diperoleh dari aktivitas perdagangan (ekspor).
b.
Devisa kredit, adalah devisa yang diperoleh dari pinjaman luar
negeri.
2. Sumber-Sumber Devisa
Tinggi
rendahnya devisa suatu negara sangat dipengaruhi oleh perkembangan neraca pembayaran
suatu negara. Sumber-sumber tersebut, di antaranya berasal dari:
a.
Kegiatan ekspor;
Untuk
negara yang menganut sistem ekonomi terbuka kegiatan ekspor merupakan salah
satu andalan bagi negara untuk memperoleh devisa. Semakin banyak ekspor barang atau
jasa semakin besar pemasukan devisa bagi negara.
b.
Perdagangan jasa;
Negara-negara
yang tidak kaya akan sumber daya alam, biasanya akan mengandalkan sumber
devisanya dari sektor jasa. Hal ini sebagimana dilakukan Singapura yang
mengandalkan jasa perdagangan sebagai sumber utama devisa.
c.
Kegiatan pariwisata;
Salah
satu sumber devisa adalah dari jasa pariwisata yang diperoleh dari kunjungan
turis mancanegara maupun domestik. Semakin banyak turis yang berkunjung semakin
banyak devisa yang mengalir ke dalam negara tersebut.
d.
Pinjaman luar negeri (bantuan luar negeri);
Pinjaman
luar negeri merupakan salah satu sumber devisa suatu negara, terutama
negara-negara dunia ketiga/berkembang. Negara-negara ini biasanya sangat
bergantung dari bantuan luar negeri selain sumber-sumber lain.
e.
Hibah dan hadiah dari luar negeri;
Hibah
atau hadiah merupakan sumber devisa bagi suatu negara yang sifatnya tidak
mengikat. Hibah atau hadiah dapat bersumber dari dalam negeri ataupun luar
negeri.
f. Warga negara yang bekerja di luar negeri.
Sumber devisa yang lain adalah dana yang berasal dari warga
negara yang bekerja di luar negeri, seperti TKI atau TKW. Para pekerja ini akan
memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap devisa suatu negara melalui
uang yang ditransfer dari asal negara dia bekerja.
3. Macam-macam Devisa [1]
Devisa dapat digolongkan berdasarkan sumber dan wujudnya.
a. Macam devisa berdasarkan sumbernya
1) Devisa kredit, adalah devisa yang berasal dari kredit
(pinjaman) luar negeri.
2) Devisa umum, adalah devisa yang berasal dari
sumber lain (selain kredit) seperti dari ekspor, penyelenggaraan jasa dan
penerimaan bunga modal.
b. Macam devisa berdasarkan wujudnya
1) Devisa kartal, adalah devisa yang berwujud uang
logam dan uang kertas.
2) Devisa giral, adalah devisa yang berwujud
surat-surat berharga seperti wesel, cek, cek perjalanan
(travellers chegue), IMO (International Money Order) dan lain-lain.
Apabila diinginkan, devisa giral bisa diubah(dicairkan) menjadi devisa kartal.
4. Fungsi Devisa [1]
Devisa memiliki beberapa fungsi, yaitu:
a. Sebagai alat pembayaran barang-barang dan jasa impor.
b. Sebagai alat pembayaran cicilan utang luar negeri termasuk
bunganya.
c. Sebagai alat pembiayaan hubungan luar negeri seperti biaya
misi kesenian, biaya perjalanan dinas, biaya korp diplomatik dan pemberian
bantuan luar negeri.
d. Sebagai sumber pendapatan negara yang digunakan untuk
membiayai pembangunan.
5. Tujuan Penggunaan Devisa [1]
Sesuai dengan fungsinya, devisa digunakan dengan tujuan:
a. Untuk membayar barang-barang konsumsi yang masih diimpor,
seperti handphone dan kain.
b. Untuk membayar barang-barang modal yang masih diimpor,
seperti mesin.
c. Untuk membayar jasa-jasa ke luar negeri seperti jasa
pelayaran.
d. Untuk membiayai pengiriman tim kesenian dan olahraga.
e. Untuk membiayai perjalanan dinas para pejabat ke luar
negeri.
f. Untuk membiayai korps diplomatik di luar negeri.
g. Untuk membiayai para pemuda dan mahasiswa yang belajar di
luar negeri.
h. Untuk memberikan sumbangan ke negara-negara lain yang
mengalami musibah.
i. Untuk membangun berbagai fasilitas umum di dalam negeri.
Contohnya, sebagian devisa yang diperoleh dari pinjaman luar
negeri, selain digunakan untuk mengangsur cicilan utang dan bunga, juga
digunakan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan di dalam negeri.
3.
NERACA PERDAGANGAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Semakin meluasnya
globalisasi membuat ketergantungan antar Negara semakin tinggi, Indonesia sebagai negara yang menganut
sistem perekonomian terbuka, keadaan dan perkembangan perdagangan luar negeri
serta neraca pembayaran internasional tidak bisa lepas dari hal-hal yang sedang
dan akan berlangsung di dalam percaturan ekonomi global. Keyakinan bahwa perdagangan luar negeri akan
memberikan sumbangan positif kepada kegiatan ekonomi negara telah diyakini
dikalangan ahli-ahli ekonomi. Ahli-ahli ekonomi yang hidup disekitar abad ke-16
dan ke-17 berpendapat bahwa perdagangan yang lebih mengenai pentingnya peranan
perdagangan luar negeri dalam perekonomian. Situasi dan kecenderungan umum
perekonomian dapat dipastikan akan mempengaruhi perekonomian Indonesia.
Perekonomian dunia yang lesu akan melesukan pula perdagangan antar negara di
dunia, termasuk Indonesia. Hubungan ekonomi dengan luar negeri adalah bagian
dari hubungan internasional secara luas, yang mencakup juga hubungan politik,
militer, pendidikan dan kebudayaan. Bagi negara sedang berkembang seperti
Indonesia, terlebih dengan system ekonomi terbuka, memungkinkan hubungan
ekonomi dengan luar negeri terjadi. Hampir setiap hari dalam surat kabar kita
baca bagaimana hubungan-hubungan ekonomi dengan luar negeri baik secara
bilateral maupun multilateral itu terjadi Hubungan ekonomi dengan
luar negeri ini memberi pengaruh terhadap perekonomian dalam negeri. Ada
pengaruh buruk, tapi juga ada pengaruh menguntungkan. Hubungan ekonomi
internasional menyangkut transaksi barang, jasa
modal, moneter, alat pembayaran dan semuanya berpengaruh terhadap ekonomi dalam
negeri.
a. Setiap
negara selalu berbeda bila ditinjau dari sumber daya alamnya,
b. iklimnya,
letak geografisnya, penduduk, keahliannya, tenaga kerja, tingkat harga,
c. keadaan
struktur ekonomi dan sosialnya. Perbedaan-perbedaan ini menyebabkan
d. negara
yang satu dengan negara yang lainnya saling membutuhkan sehingga
e. terciptalah
perdagangan internasional. Perdagangan internasional merupakan
f. salah
satu aspek penting dalam perekonomian suatu negara, karena selain dapat
g. memenuhi
kebutuhan dalam negeri, perdagangan internasional juga merupakan
h. salah
satu sumber pendapatan
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa
pengertian Neraca Pembayaran dan Neraca Perdagangan?
2. Apa
saja jenis-jenis Neraca Pembayaran dan Neraca Perdagangan?
3. Apa
saja komponen yang terdapat dalam Neraca Pembayaran dan Perdagangan?
4. Bagaimanakah tahapan-tahapan dalam Neraca Pembayaran
dan Neraca Perdagangan?
5. Apa
saja faktor-faktor yang mempengaruhi Neraca Pembayaran dan Perdagangan?
6. Apa saja masalah yang dapat timbul dalam analisis
Neraca Pembayaran dan Neraca Perdagangan?
7. Apa manfaat dari Neraca Pembayaran dan Neraca
Perdagangan?
8. Bagaimana
hubungan Neraca Pembayaran dan Neraca Perdagangan antara Indonesia
dengan negara lain?
1.3 MAKSUD
DAN TUJUAN
ü Untuk memahami apa pengertian neraca pembayaran dan neraca
perdagangan.
ü Untuk mengetahui apa saja jenis dan komponen yang terdapat
dalam neraca pembayaran dan neraca perdagangan.
ü Untuk mengetahui bagaimana tahapan dan faktor apa yang
berpengaruh terhadap neraca pembayaran dan neraca perdagangan.
ü Untuk mengetahui masalah apa yang timbul dalam menyusun neraca
pembayaran dan neraca perdagangan.
ü Untuk mengetahui manfaat apa yang dapat kita ambil dalam
menyusun neraca pembayaran dan neraca perdagangan.
ü Untuk mengetahui hubungan neraca pembayaran dan neraca
perdagangan Negara Indonesia dengan Negara lain.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
NERACA PEMBAYARAN DAN NERACA PERDAGANGAN
a. Neraca
Pembayaran
Neraca pembayaran
merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk
suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya
1 tahun ). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah
dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca
pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal
dan finansial, dan item item finansial. Dan untuk menyusun neraca pembayaran
luar negeri atau neraca pembayaran internasional, perlu
dibedakan antara debit dengan transaksi kredit.
b. Neraca
Perdagangan
Neraca perdagangan
adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan selisih
antara ekspor dan impor. Neraca perdagangan bisa disebut dengan ekspor NETO.
Neraca perdagangan yang positif berarti negara tersebut mengalami ekspor yang nilai moneternya melebihi impor yg bisa
disebut surplus perdagangan. Perdagangan internasional melibatkan berbagai
transaksi ekonomi antara satu negara dengan negara lain. Transaksi ekonomi
tersebut kemudain dicatat dalam bentuk neraca. Neraca perdagangan internasional
merupakan salah satukomponen penting dalam
neraca pembayaran internasional.
B. JENIS-JENIS
NERACA PEMBAYARAN DAN PERDAGANGAN
Secara umum, neraca pembayaran terbagi
menjadi tiga jenis, antara lain :
a. Neraca
Pembayaran dan Perdagangan Defisit
Neraca pembayaran
defisit adalah neraca pembayaran yang menunjukkan jumlah transaksi pembayaran
luar negeri (disebut transaksi debet) lebih besar dibandingkan transaksi
penerimaan dari luar negeri (disebut transaksi kredit).
b. Neraca
Pembayaran dan Perdagangan Surplus
Neraca pembayaran dan
perdagangan surplus adalah neraca pembayaran yang menunjukkan transaksi debet
lebih kecil dibandingkan transaksi kredit.
c. Neraca
Pembayaran dan Perdagangan Seimbang
Neraca pembayaran dan
perdagangan Seimbang adalah neraca pembayaran yang menunjukan transaksi debet
sama dengan transaksi kredit.
C. KOMPONEN
DALAM NERACA PEMBAYARAN
Neraca pembayaran memiliki beberapa komponen, yaitu
current account (transaksi berjalan), dan capital account (transaksi modal).
a. Current Account
Current Account adalah semua transaksi barang dan jasa
yang dicatat dalam neraca perdagangan, jika neraca transfer tidak ada atau nol.
Adapun komponen yang ada dalam current account adalah sebagai berikut:
· Neraca perdagangan barang (visible trade), yang
terdiri atas barang-barang dan emas tidak moneter.
· Neraca jasa (invisible trade), yaitu pembayaran
imbalan terhadap pemakaian faktor-faktor produksi yang terdiri atas ongkos
pengang kutan dan asuransi, hasil turisme, pendapatan modal, pemerintah, pos
dan telekomunikasi, serta jasa-jasa lainnya termasuk pembayaran bunga utang.
Transaksi berjalan yang surplus menunjukkan bahwa pada
neraca perdagangan jumlah ekspor lebih besar daripada impor. Sebaliknya, jika
neraca perdagangan defisit berarti impor lebih besar daripada ekspor.
b. Capital
Account
Hal-hal yang termasuk ke dalam transaksi capital
account, yaitu semua catatan yang berisi transaksi modal sebagai berikut:
- Sektor publik, yang meliputi:
· Penerimaan pinjaman dan bantuan.
· Pelunasan pinjaman.
- Sektor swasta, yang meliputi:
· Penanaman modal langsung investasi portofolio.
D. TAHAPAN-TAHAPAN NERACA PEMBAYARAN DAN PERDAGANGAN
Setiap negara
cenderung memiliki beberapa tahapan dalam neraca pembayaran dan perdagangannya,
dari negara debitur muda hingga negara kreditur madya. Berikut penjelasannya:
∞ Negara debitur muda dimana pada
tahapan ini suatu negara lebih banyak mengimpor dari pada mengekspor
selisih diantara keduanya ditutup melalui pinjaman luar negeri sehingga
memungkinkan negara tersebut menumpuk modal.
∞ Negara debitur madya dimana pada
tahapan ini neraca perdagangan suatu negara telah surplus, tetapi pertumbuhan
dividen dan bunga yang harus dibayarkan untuk pinjaman luar negeri menjadikan
saldo neraca modalnya kurang seimbang.
∞ Negara kreditur muda dimana pada
tahapan ini suatu negara mengembangkan ekspornya secara luar biasa, bahkan
negara meminjamkan uang kepa da negara-negara lain.
∞ Negara kreditur madya dimana pada
tahapan ini pendapatan modal dan investasi luar negeri memberikan surplus cukup
besar terhadap pos tak tampak yang kemudian diseimbangkan dengan defisit neraca
perdagangan.
E. FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI NERACA PEMBAYARAN DAN PERDAGANGAN
a. Neraca
Pembayaran
Faktor-faktor yang menimbulkan ketidakseimbangan
neraca pembayaran antara lain sebagai berikut:
· Perubahan Kurs Devisa
Jika neraca pembayaran defisit, maka kurs valuta asing
mengalami kenaikan dan kurs rupiah mengalami penurunan. Dan bila terjadi
surplus, maka kurs valuta asing mengalami penurunan dan kurs rupiah mengalami
kenaikan.
· Perubahan Harga
Jika ekspor lebih besar daripada impor berarti barang
yang ada di dalam negeri sangat laku terjual di luar negeri, maka harga barang
dalam negeri menjadi meningkat.
· Perubahan Tingkat Pendapatan
Ekspor merupakan komponen pendapatan nasional,
sehingga berubahnya nilai ekspor akan mengakibatkan berubahnya pendapatan
nasional.
b. Neraca
Perdagangan
Faktor yang mempengaruhi neraca
perdagangan antara lain:
ü Biaya
produksi (tanah, tenaga kerja, modal, pajak, insentif, dll) ekspor dalam perekonomian
mereka dalam perekonomian impor.
ü Biaya dan
ketersediaan bahan baku, barang setengah jadi dan input lainnya.
ü Bursa
pergerakan nilai.
ü Multilateral,
bilateral dan unilateral pajak atau pembatasan perdagangan.
ü Hambatan
non-tarif seperti linghkungan, kesehatan atau standar keselamatan.
ü Ketersediaan
devisa yang memadai yang dapat digunakan untuk membayar impor.
ü Harga
pokok produksi di rumah (dipengaruhi oleh respon dari pasokan).
F. MASALAH
YANG MUNCUL DALAM ANALISIS PEMBAYARAN DAN PERDAGANGAN
Masalah yang timbul
dalam analisis neraca pembayaran dan neraca perdagangan antara lain:
1. Seringkali
mengabaikan hubungan antara transaksi internasional yang satu dengan yang
lain, sehingga ketidakseimbangan dalam
neraca pembayaran diasosiasikan dengan satu transaksi saja tanpa melihat
hubungannya dengan yang lain.
2. Surplus transaksi yang sedang berjalan sering dianggap baik,
sebaliknya defisit dianggap jelek.
3. Keputusan untuk memberi
bantuan (Aid) seharusnya lebih didasarkan pada kekuatan ekonomi negara secara
keseluruhan.
G. MANFAAT
NERACA PEMBAYARAN DAN PERDAGANGAN
a. Neraca
Pembayaran
Manfaat neraca pembayaran
antara lain:
· Keadaan
keuangan yang terkait dengan pembayaran luar negeri dengan
mencermati neraca pembayaran, kita dapat mengetahui apakah sebaiknya suatu negara menambah impor atau sebaliknya justru harus menambah ekspor.
mencermati neraca pembayaran, kita dapat mengetahui apakah sebaiknya suatu negara menambah impor atau sebaliknya justru harus menambah ekspor.
· Sumbangan
dari transaksi ekonomi internasional terhadap penerimaan negara
yang bersangkutan.
yang bersangkutan.
· Hal-hal
yang berhubungan dengan perdagangan luar negeri.
· Hubungan
ekonomi suatu negara dengan negara-negara tertentu.
b. Neraca
Perdagangan
Manfaat Neraca
Perdagangan antaralain :
· Sebagai
tolak ukur arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan pihak terkait. Neraca
Perdagangan merupakan salah satu alat untuk menentukan arah kebijakan yang akan
diambil oleh pemerintah dan pihak terkait. Dalam hal ini pelaku kegiatan
ekonomi internasional.
· Mengetahui
besaran jumlah pengeluaran dan pendapatan negara. Neraca Perdagangan
memiliki fungsi sebagai pemberi informasi jumlah atau besaran angka ekspor dan
impor. Apabila nilai ekspor lebih tinggi maka dapat dikatakan surplus atau
kelebihan pendapatan. Sebaliknya apabila nilai ekspor lebih kecil dari impor
maka dikatakan sebagai defisit atau keadaan yang tidak menguntungkan.
· Menjadi
informasi kegiatan ekonomi internasional. Neraca perdagangan dalam hal ini menjadi sumber informasi perdagangan
internsional. Ketika suatu negara mengalami peningkatan ekspor atau impor, maka
negara lain akan mengetahui dan dapat dilakukan pertimbangan untuk menjalin
kerjasama.
H. CONTOH
KASUS NERACA PEMBAYARAN DAN PERDAGANGAN INDONESIA
Sebagai negara yang
berpenduduk terbesar di dunia dengan tingkat kebutuhan yang sangat tinggi,
Indonesia tidak terlepas dari kegiatan perekonomian internasional. Dengan
potensi besar yang ada, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan
intensitas perdagangan yang mobile dan aktif. Berikut beberapa data yang
berhubungan dengan kegiatan perekonomian Indonesia dengan negara lain melalui
penyajian data neraca pembayaran dan perdagangan.
a. Neraca
Pembayaran
|
Neraca Pembayaran Indonesia
Tahun Terpilih
DIANTARA 1987-1999
Kedudukan neraca pembayaran defisit (+) surplus (-)
Sumber : Bank Indonesia,laporan tahunan,beberapa tahun
Neraca Pembayaran Malaysia
1987-1999
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sumber : Malaysia Bank, financial
transaction leading
Analisis :
Pada tahun 1987,
Indonesia mengalami Surplus neraca sebesar $7500. Pada tahun yang sama,
Malaysia dengan neraca perdagangannya mengalami defisit sebesar $1500. 3 tahun
selanjutnya, selisih perhitungan Indonesia bergerak ke kisaran $123. Sedangkan
Malaysia mengalami defisit sampai tahun selanjutnya.
a. Neraca
Perdagangan
NERACA PERDAGANGAN
INDONESIA-PERU
2004-2009
(DALAM US$)
|
TAHUN
|
EKSPOR
|
IMPOR
|
NERACA
|
VOLUME
|
|
2004
|
25.250.200
|
25.775.700
|
-570.500
|
51.025.900
|
|
2005
|
27.838.800
|
36.422.200
|
-8.538.400
|
64.261.000
|
|
2006
|
34.399.600
|
31.175.300
|
+ 3.224.300
|
65.574.900
|
|
2007
|
42.154.400
|
27.971.500
|
+ 14.173.900
|
70.125.900
|
|
2008
|
49.850.700
|
36.180.600
|
+ 13.670.100
|
86.031.300
|
|
2009
|
51.171.500
|
36.472.300
|
+ 14.699.200
|
87.643.800
|
Analisis :
Di lihat dari neraca perdagangan
internasional Indonesia - Peru pada tahun 2004 - 2009 yaitu pada tahun 2004 dan
2005 Indonesia mengalami devisit. Tetapi pada tahun 2006-2009 Indonesia
mendapatkan surplus, yaitu pada tahun 2006 US$ 3,244 juta, tahun 2007 US$
14,173 juta, tahun 2008 US$ 13,670, dan tahun 2009 US$ 14,699 juta. Ekspor
Indonesia ke Peru antara lain radio tape, asam sulfur, printer, karet alam,
gelas, computer, kamera video, produk tekstil, pakaian, kertas, kendaraan bermotor
(rakitan di Indonesia), suku cadang kendaraan bermotor, ban, alas kaki, dinner
ware, kulkas. Sedangkan komoditi impor Indonesia dari Peru antara lain tepung
ikan dan fish oil, anggur segar, copper sulfate, produk perunggu, kabel
akrilik, kapas, wool (alpaca dan llama)
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa neraca pembayaran
merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk
suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu yang mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa.
Sedangkan neraca perdagangan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan
perbedaan selisih antara ekspor dan impor. Dapat dikatakan surplus apabila
nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor. Sedangkan sebaliknya jika nilai
ekspor lebih rendah dari nilai impor maka neraca perdagangan tersebut mengalami
defisit.
Neraca pembayaran dan
neraca perdagangan merupakan hal terpenting dalam melakukan kontrol kegiatan
perekonomian internasional. Neraca pembayaran dan perdagangan sangat berguna
untuk mengumpulkan informasi perekonomian suatu negara sehingga pelaku kegiatan
ekonomi suatu negara tersebut dapat mengambil tindakan atau langkah-langkah
yang diperlukan dalam melakukan kegiatan ekonomi tingkat internasional.
3.2 SARAN
Agar Indonesia tidak terlalu sering mengalami defisit,
maka pemerintah disarankan dapat mengurangi ketergantungan impor migas dan
bahan baku di sektor industri. Permasalahan dalam defisit neraca perdagangan
harus segera diatasi sebelum dampak negatifnya merambah lebih jauh terhadap
perekonomian nasional pada masa yang akan datang.
Selain itu, nilai komoditas ekspor nasional yang masih
rendah harus lebih ditingkatkan melalui industri pengolahan bernilai tambah.
Potensi ekspor daerah masih belum banyak diangkat. Padahal, setiap daerah di
Indonesia memiliki ciri khas komoditas unggulan ekspornya.
DAFTAR PUSTAKA
Sukirno, sadono, 2005, Makro Eonomi :
Teori Pengantar, Edisi ke-3, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
4. KEBIJAKAN PERDAGANGAN
KEBIJAKAN
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Kebijakan
Perdagana Internasional Adalah merupakan salah satu bentuk kebijakan ekonomi
internasional. Kebijakan perdagangan internasional adalah kebijakan yang
mencakup tindakan pemerintah terhadap rekening yang sedang berjalan (current
account) daripada neraca pembayaran internasional, khususnya tentang ekspor dan
impor barang.
Kebijakan perdagangan internasional timbul karena meluasnya
jaringan-jaringan hubungan ekonomi antarnegara. Jadi, kebijakan perdagangan
internasional adalah segala tindakan pemerintah/negara, baik langsung maupun
tidak langsung untuk memengaruhi komposisi, arah, serta Bentuk perdagangan luar
negeri atau kegiatan perdagangan. Adapun kebijakan yang dimaksud dapat berupa
tarif, dumping, kuota, larangan impor, dan berbagai kebijakan lainnya.
Secara umum kebijakan perdagangan internasional dapat diuraikan
sebagai berikut.
Politik Proteksi
Politik proteksi adalah kebijakan pemerintah untuk melindungi
industri dalam negeri yang sedang tumbuh (infant industry) dan
persaingan-persaingan barang-barang impor.
Tujuan kebijakan proteksi adalah:
a. memaksimalkan produksi dalam negeri;
b. memperluas lapangan kerja;
c. memelihara tradisi nasional;
d. menghindari risiko yang mungkin timbul jika hanya
menggantungkan diri pada satu komoditi andalan;
e. menjaga stabilitas nasional, yang dikhawatirkan akan terganggu
jika bergantung pada negara lain.
Proteksi dapat dilakukan melalui kebijakan berikut ini.
a. Tarif dan Bea Masuk
Tarif adalah suatu pembebanan atas barang-barang yang melintasi
daerah pabean (costum area). Sementara itu, barangbarang yang masuk ke wilayah
negara dikenakan bea masuk.
Dengan pengenaan bea masuk yang besar atas barangbarang dari
luar negeri, mempunyai maksud memproteksi industri dalam negeri sehingga
diperoleh pendapatan negara. Bentuk umum kebijakan tarif adalah penetapan pajak
impor dengan persentase tertentu dari harga barang yang diimpor.
Akibat dari pengenaan tarif akan tampak sebagaimana
Macam-macam penentuan tarif atau bea masuk, yaitu:
1) bea ekspor (export duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju negara lain (di luar costum area);
2) bea transito (transit duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui batas wilayah suatu negara dengan tujuan akhir barang tersebut negara lain;
3) bea impor (import duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam suatu negara (tom area).
b. Pelarangan Impor
Pelarangan impor adalah kebijakan pemerintah untuk melarang masuknya barang-barang dari luar negeri, dengan tujuan untuk melindungi produksi dalam negeri dan meningkatkan produksi dalam negeri.
1) bea ekspor (export duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju negara lain (di luar costum area);
2) bea transito (transit duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui batas wilayah suatu negara dengan tujuan akhir barang tersebut negara lain;
3) bea impor (import duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam suatu negara (tom area).
b. Pelarangan Impor
Pelarangan impor adalah kebijakan pemerintah untuk melarang masuknya barang-barang dari luar negeri, dengan tujuan untuk melindungi produksi dalam negeri dan meningkatkan produksi dalam negeri.
c. Kuota atau Pembatasan Impor
Kuota adalah kebijakan pemerintah untuk membatasi barang-barang yang masuk dari luar negeri. Secara grafik akan tampak dalam
Kuota adalah kebijakan pemerintah untuk membatasi barang-barang yang masuk dari luar negeri. Secara grafik akan tampak dalam
Tujuan diberlakukannya kuota impor di antaranya:
a. mencegah barang-barang yang penting berada di tangan negara
lain;
b. untuk menjamin tersedianya barang-barang di dalam negeri
dalam proporsi yang cukup;
c. untuk mengadakan pengawasan produksi serta pengendalian harga
guna mencapai stabilitas harga di dalam negeri.
d. Subsidi
Subsidi adalah kebijakan pemerintah untuk membantu menutupi
sebagian biaya produksi per unit barang produksi dalam negeri. Sehingga
produsen dalam negeri dapat menjual barangnya lebih murah dan bisa bersaing
dengan barang impor.
e. Dumping
Dumping adalah kebijakan pemerintah untuk mengadakan
diskriminasi harga, yakni produsen menjual barang di luar negeri lebih murah
daripada di dalam negeri.
Syarat yang harus dipenuhi dalam kebijakan dumping yaitu:
- kekuatan monopoli di dalam negeri lebih besar daripada luar
negeri, sehingga kurva permintaan di dalam negeri lebih inelastis dibanding
kurva permintaan di luar negeri.
- terdapat hambatan yang cukup kuat sehingga konsumen dalam
negeri tidak dapat membeli barang dari luar negeri.
Keterangan:
Seperti diketahui bahwa laba maksimum diperoleh pada saat kurva MC sama dengan kurva MR. MC sama dengan MR di pasar dalam negeri yang dicapai pada kuantitas produksi OQ1, dan pasar luar negeri dicapai pada kuantitas produksi OQ2. Oleh karena kurva permintaan di kedua pasar memiliki kecuraman yang berbeda, di mana harga pasar dalam negeri adalah OP2 sementara harga di pasar luar negeri setinggi OP1, sehingga permintaan di pasar dalam negeri relatif lebih inelastis dibandingkan dengan pasar di luar negeri, karena kurvanya lebih curam.
Seperti diketahui bahwa laba maksimum diperoleh pada saat kurva MC sama dengan kurva MR. MC sama dengan MR di pasar dalam negeri yang dicapai pada kuantitas produksi OQ1, dan pasar luar negeri dicapai pada kuantitas produksi OQ2. Oleh karena kurva permintaan di kedua pasar memiliki kecuraman yang berbeda, di mana harga pasar dalam negeri adalah OP2 sementara harga di pasar luar negeri setinggi OP1, sehingga permintaan di pasar dalam negeri relatif lebih inelastis dibandingkan dengan pasar di luar negeri, karena kurvanya lebih curam.
Politik Dagang Bebas
Politik dagang bebas adalah kebijakan pemerintah untukmengadakan perdagangan bebas antarnegara. Pihak-pihak yang mendukung kebijakan perdagangan bebas mengajukan alas an bahwa perdagangan bebas akan memungkinkan bila setiap negara berspesialisasi dalam memproduksi barang di mana suatu negara memiliki keunggulan komparatif.
Politik Autarki
Politik autarki adalah kebijakan perdagangan dengan tujuan untuk menghindarkan diri dari pengaruh-pengaruh negara lain, baik pengaruh politik, ekonomi, maupun militer, sehingga kebijakan ini bertentangan dengan prinsip perdagangan internasional yang menganjurkan adanya perdagangan bebas. itu seorang importir dalam melaksanakan pembayarannya harus membeli uang dollar terlebih dahulu pada suatu bank devisa dengan kurs yang berlaku, kemudian ditransfer kepada eksportir di Amerika.
0 komentar
Posting Komentar